-->
  • Jelajahi

    Copyright © Media Indosatu - Menuju Indonesia Maju
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Eksistensi dan Kontribusi Para Mu'allaf

    Redaksi
    16 April 2024, 16:17 WIB Last Updated 2024-04-16T09:17:00Z
    Banner IDwebhost


    Oleh: Nazwar, S. Fil. I., M. Phil

    Eksistensi yang berarti keberadaan sebagai Mu'allaf yang konvert ke Islam berikut peranan atau kontribusi tidak sebatas sebagai warga negara Indonesia, namun yang lebih primordial yaitu dalam konteks agama Islam sendiri bagi para pemeluk barunya.

    Pertama, perlawan terhadap serangan pemikiran keagamaan. Peran ini penting sebenarnya. Selain mereka berkontribusi membela agama yaitu agama Islam dari luar pada sisi pemikiran, juga memperjelas eksistensi bahkan kebenaran agama selain Islam yang dipeluk sebelumnya.

    Terdapat istilah "ghozwul Fikri" atau perang pemikiran, sebab perintah perang terdapat dalam al-Qur'an, maka perang dalam bentuk pemikiran adalah paling relevan dalam konteks kehidupan saat ini.

    Namun yang perlu diperhatikan adalah bahwa penting melihat kondisi ini dalam pandangan dinamika. Artinya "ghozwah" atau perang yang dimaksud sebagai kecamatan yang dinamis bukan konflik tanpa ada makna sama sekali.

    Kedua, menjaga kemurnian Islam. Sebagaimana dipahami bahwa mua'llaf berarti yang dilembutkan maksudnya adalah dilembutkan hatinya untuk menerima kebenaran agama yang diridloi Sang Pencipta yaitu Islam adalah dalam posisi bersih dari dosa maka kondisi paling murni bisa didapat pada Muslim kondisi muallaf ini.

    Kondisi bersih dari dosa memungkinkan mereka, para Mu'allaf sebagai di antara pemangku kemurnian Islam yang dimaksud tersebut dalam al-Qur'an.

    Ketiga, menghidupkan Islam. Melihat berbagai kesaksian yang disampaikan para Mu'allaf, sebagian besar sebelum masuk atau hijrah dengan kembali kepada agama Islam, mengalami pengalaman yang luar biasa berat, seperti diasingkan oleh lingkungan, terusir dari keluarga sampai mengalami berbagai kekerasan fisik.

    Muallaf tentu berbeda dengan kondisi mereka yang terlahir atau sedari kecil dan dibesarkan atau telah beragama Islam, bahkan bagi seorang yang sebut istilah tren saat ini yaitu hijrah.

    Konversi atau kembali kepada Islam bagi Mu'allaf mengalami perubahan yang sangat signifikan bahkan dalam istilah Filsafat Agama menyifatinya secara mendasar dan menyeluruh serta sistematis secara sesungguhnya.

    Maka tantangan bagi para Mu'allaf bisa lebih berat, bahkan tidak jarang pengakuan mereka menjadi kekuatan tersendiri dalam memupuk keimanan umat Islam lain secara luas meski telah lebih dulu masuk Islam.

    Maka tidak heran, Islam memberikan posisi mulia bagi Mu'allaf di antaranya adalah termasuk di antara mereka yang berhak menerima zakat ("mustahiqq") khususnya Zakat Fitrah.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    close
    Banner iklan disini